- https://bakesbangpol.bengkulutengahkab.go.id/
- bakesbangpol@bengkulutengahkab.go.id
Kesbangpol_benteng. Dalam rangka pengendalian kriminalitas dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta penanganan kejahatan terhadap perempuan dan anak tahun 2025, Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tema “Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dalam Memperkuat Deteksi Dini Tindak Kriminalitas serta Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” yang dilaksanakan pada hari Selasa 4 November 2025 pukul 08.30 WIB s.d. selesai.

Webibar di ikuti oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Seluruh Indonesia, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Seluruh Indonesia. Kepala Dinas Sosial Seluruh Indonesia, Kepala Dinas Pendidikan Seluruh Indonesia, Kepala Dinas Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Seluruh Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia.
Kesbangpol kabupaten Bengkulu tengah dalam Webinar ini di ikuti oleh ASN bidang Ekososbud Agama & Ormas melalui Aplikasi Zoom Meeting.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak dipahami sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan suatu bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak yang berarti semua tindakan kekerasan berbasis gender yang mengakibatkan, atau mungkin berakibat, kerugian fisik, seksual, psikologis atau ekonomi atau penderitaan terhadap perempuan dan anak, termasuk ancaman tindakan kekerasan serupa, pemaksaan atau perampasan kebebasan secara sewenang-wenang, baik di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.
Untuk menekan atau megurangi kasus kekerasan pada perempuan dan anak dibutuhkan kebijakan yang komperhensif. Perlu adanya upaya-upaya pencegahan dan kampanye anti kekerasan oleh semua pihak dan elemen. Kebijakan Pemerintah Daerah dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga tidak kalah penting.
Selain itu peran dari masyarakat juga sangat penting. Upaya pencegahan kasus kekerasan, dapat dimulai dari keluarga dengan membangun komunikasi antar anggota keluarga dengan penguatan pada agama. Upaya harus dibangun sejak dari dalam keluarga, agar keluarga lebih bisa memahami kondisi yang ada.