Mengenang 7 Hari Wafatnya Azhari Kabid Poldagri Kesbangpol yang Memulai Karirnya Sebagai Seorang Guru.

Oleh Admin Bakesbangpol
Dipublikasi Pada 15:29 | 17 September 2025

Kesbangpol_benteng, Kepergian Bapak Azhari Yang mendadak sontak saja membuat Keluarga Besar Badan Kesbangpol tak kuasa menahan sedih dan menyisahkan Duka Yang mendalam tidak hanya di rasakan oleh Pegawai Badan Kesbangpol, namun semua yang mengenal Bapak Azhari merasa sangat kehilangan.

Bapak Azhari merupakan Pegawai teladan dan Panutan, Beliau Lahir di Desa Jambu pada tanggal 20 Desember 1969. Beliau anak Ke Lima dari pasangan Umar & Rawaima. Beliau memiliki Satu orang istri dan 3 orang anak.

 

Masa kecil Bapak Azhari dilalui bersama saudara-saudaranya di Desa, Sifat Penyayang, tegas dan selalu memegang prinsip yang diyakini telah ditunjukkan Bapak Azhari sejak kanak-kanak. Bapak Azhari yang punya kegemaran memancing dan membaca ini dikenal sangat cerdas sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. 

Bapak Azhari menyelesaikan pendidikan Sarjana Strata Satu nya di Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jurusan Pendidikan Fisika dan Menyelesaikan Gelar Masternya di Universitas Bengkulu Jurusan Magister pendidikan(M.Pd).

 

Bapak Azhari mengawali Karirnya sebagai Seorang Guru, guru mata pelajaran Fisika di SLTP N 02 Talang Empat yang sekarang beralih nama menjadi SMP.N 05 Bengkulu Tengah.

“Beliau Guru yang Jenius, Guru yang bijak dan tidak pernah marah marah. menasehati pun dengan tutur bahasa yang lembut dan penuh dengan nilai kebaikan”, kenang salah satu muridnya pada saat itu. yang bercerita tentang Bapak Azhari saat melayat di Rumah Duka.

“Beliau rekan kerja yang solid dan baik juga pintar dan bertanggung jawab”, cerita guru seperjuangan beliau yang tak mampu menahan kesedihan saat tau Bapak Azhari wafat.

Beliau Orang Baik, Bijak dan teman kerja yang loyal, ujar salah satu temannya saat beliau berdinas di Kecamatan Karang Tinggi.

 

Bapak Azhari telah menduduki banyak jabatan selama di Pemkab Bengkulu Tengah.
Berikut Riwayat Penugasan beliau :
Menjadi Guru Pendidikan Fisika di SLTPN 02 Talang Empat sejak Tahun 1998, lalu Beliau pindah ke SLTPN 11 Kota Bengkulu tahun 2000. Kemudian beliau pindah ke jabatan Struktural sejak Kabupaten Bengkulu Tengah memisahkan diri dari kabupaten Bengkulu Utara, beliau menduduki jabatan Kepala Bidang Penanaman Modal di BAPPEDA Tahun 2008. Kemudian Beliau menjadi Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia pada BP4PK tahun 2011. Lalu Beliau menjabat Kabid Data dan Informasi di BAPPEDA tahun 2011. Pada tahun 2013 beliau menjabat sebagai Kabid Prestasi Olahraga di Dispora. Lalu beliau rotasi kembali ke Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Bengkulu Tengah tahun 2018, dan ditahun yang sama beliau pindah menjabat sebagai Kabid Perlindungan Anak PPKB Bengkulu Tengah. Lalu Beliau di percaya menjadi Sekretaris Camat kantor Camat Karang Tinggi tahun 2019, Kemudian menjadi Sekretaris Camat Merigi Kelindang tahun 2021, Dan terakhir sebagai Kepala Bidang Politik Dalam Negeri pada Badan Kesbangpol tahun 2021 hingga Beliau wafat pada Pada Hari Kamis tanggal 11 September 2025 dalam Usia 56 Tahun.

 

Di setiap OPD yang beliau tempati, beliau dikenal sebagai sosok yang lembut,bijak baik, jujur dan berdedikasi Tinggi. “Duka mendalam bagi kami yang merasa bahwa Bapak Azhari bukan hanya sekedar atasan/lebih tua, tapi Beliau sudah seperti Orang tua kami di Kantor, “ujar semua karyawan Kesbangpol”.

Terlebih lagi Bagi Sesama Kepala Bidang dan Atasan langsung Beliau yakni Sekretaris Badan dan kepala Badan.

Sosok Bapak Azhari merupakan Rekan kerja yang solid dan berintegritas. Beliau selalu Disiplin dan patuh dengan semua aturan dan arahan Atasan.

“Saya sangat Berduka,beliau bukan hanya Bawahan saya tapi juga rekan kerja dan kakak bagi saya”. Ucap Kepala Badan.


Tentunya dalam hal ini keluarga lah yang paling merasakan kehilangan, kehilangan Sosok Suami yang Penyayang, bertanggung jawab dan kehilangan sosok ayah yang hebat, pahlawan bagi anak perempuannya dan teman bagi anak laki lakinya juga saudara yang baik bagi keluarga besarnya.
Untuk mengobati duka ini, penting untuk mengizinkan diri kita merasakan semua emosi, menjaga kenangan indah, saling menguatkan, dan mencari dukungan dari keluarga besar, serta selalu mendoakan dan mengenang Beliau dengan Hal baik dan melanjutkan kebaikan-kebaikan beliau semasa hidup.

 

Alfatihah Azhari Bin H.Umar

Bapak selalu hidup dalam hati dan kenangan Kami._

 

+