Transparansi Paskibraka Di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Oleh Admin Bakesbangpol
Dipublikasi Pada 17:18 | 23 Agustus 2025

Pendiri Paskibraka Husein Mutahar, Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibu kota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang bertugas.

Pada tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil Presiden Soeharto untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, dia kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

  • Pasukan 17 / pengiring (pemandu).
  • Pasukan 8 / pembawa bendera (inti).
  • Pasukan 45 / pengawal. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri. Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan Paskibraka. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.

Sejarah penggunaan "Aplikasi Transparansi Paskibraka" dalam seleksi Paskibraka adalah pengembangan baru yang dimulai pada tahun 2023 untuk meningkatkan transparansi dan keadilan proses seleksi melalui sistem digital. Aplikasi ini bukan merupakan sejarah panjang, melainkan sebuah inovasi teknologi informasi yang digunakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk mendigitalkan proses pendaftaran, koordinasi, dan penilaian calon Paskibraka, menjadikan proses lebih efisien dan objektif.

Latar Belakang dan Implementasi

  • Tujuan:
    Digitalisasi seleksi Paskibraka bertujuan untuk membuat proses lebih transparan, adil, dan efisien, mengurangi kemungkinan praktik koruptif. 
  • Inisiatif BPIP:
    Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang merupakan badan pembina Paskibraka, memprakarsai penggunaan sistem digital ini di tingkat nasional. 
  • Fokus pada Teknologi:
    Aplikasi dan sistem digital digunakan untuk meningkatkan koordinasi antara instansi pemerintah, mempermudah pendaftaran bagi siswa, serta memastikan objektivitas dan keadilan dalam setiap tahapan seleksi. 

Manfaat Penggunaan Aplikasi Transparansi Paskibraka 

  • Peningkatan Transparansi:
    Proses seleksi menjadi lebih terbuka dan dapat dipantau oleh semua pihak yang terlibat.
  • Efisiensi dan Efektivitas:
    Koordinasi antar panitia seleksi dan instansi terkait menjadi lebih baik, sehingga proses seleksi berjalan lebih sistematis.
  • Objektivitas:
    Teknologi membantu menekan bias dalam penilaian, membuat hasil seleksi lebih objektif dan berdasarkan kompetensi.
  • Aksesibilitas:
    Siswa dapat dengan mudah melakukan pendaftaran secara daring, sehingga lebih banyak pelajar yang berkesempatan mengikuti seleksi.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai LS kegiatan Seleksi Paskibraka Tingkat Kabupaten  Bengkulu Tengah mengadakan sosialisasi mengenai aplikasi Transparansi Paskibraka untuk seleksi Capaska Kabupaten Benteng di mulai tahun 2023 lalu. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi yang akan digunakan dalam proses seleksi Paskibraka.

Peran Badan Kesbangpol Bengkulu Tengah dalam memperkenalkan aplikasi transparansi Paskibraka adalah sebagai operator dan pelaksana di tingkat daerah, yaitu melaksanakan sosialisasi, bimtek, dan penggunaan aplikasi tersebut untuk menyukseskan program Paskibraka yang lebih adil, transparan, dan akuntabel. Badan Kesbangpol Benteng juga berperan sebagai penghubung antara BPIP dan calon Paskibraka di tingkat kabupaten Bengkulu Tengah untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas proses rekrutmen. 
Kesbangpol juga bertanggung jawab untuk menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) dan sosialisasi penggunaan aplikasi Transparansi Paskibraka kepada
operator aplikasi (admin).
Admin Transparansi Paskibraka Kesbangpol di tingkat Kabupaten akan bertindak sebagai operator aplikasi untuk mendukung pelaksanaan program Paskibraka di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Dengan menggunakan aplikasi tersebut, Admin membantu mewujudkan sistem rekrutmen dan seleksi Paskibraka di Kabupaten Bengkulu Tengah yang lebih berkeadilan dan transparan, yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pelajar SMA sederajat dari seluruh Kabupaten Bengkulu Tengah.
Aplikasi ini dirancang untuk digitalisasi pelayanan publik Paskibraka, sehingga secara MutlakKesbangpol berperan memastikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan secara akuntabel dan sesuai dengan regulasi. 
Dengan mengoperasikan dan menyosialisasikan aplikasi ini, Kesbangpol Benteng turut serta dalam penyiapan kaderisasi calon pemimpin Indonesia masa depan yang berkarakter Pancasila melalui Program Paskibraka. 

+